Author: petarung

  • Rutan dan Lapas Mendapat Intervensi Penanganan TBC oleh SR Jawa Barat

    \"\"

    Kota Bandung 1 November 2023, SR Jawa Barat IU Kota Bandung, sebagai Komunitas Eliminasi TBC, mengadakan pertemuan strategis yang membahas penanggulangan Tuberkulosis (TBC) di Lapas (Lembaga Pemasyarakatan) dan Rutan (Rumah Tahanan) di wilayah Bandung Raya. Acara ini diselenggarakan pada tanggal 1 November 2023 di Kota Bandung dan dihadiri oleh 24 peserta, yang terdiri dari perwakilan klinik yang beroperasi di Lapas dan Rutan, perwakilan Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) yang menjadi induk klinik di lembaga tersebut, serta perwakilan Kementerian Hukum dan HAM di Kota Bandung dan sekitarnya.

    Pertemuan ini berhasil mencapai kesepakatan penting terkait akses komunitas dalam melaksanakan investigasi kontak dan memberikan pendampingan kepada pasien WBP (Warga Binaan Pemasyarakatan). Upaya ini bertujuan untuk meningkatkan deteksi dini, pengobatan, dan pengendalian TBC di Lapas dan Rutan, serta memastikan bahwa pasien WBP mendapatkan perawatan yang sesuai dan mendukung dalam rangka pencegahan penularan penyakit ini.

    Kerjasama antara SR Jawa Barat IU Kota Bandung, lembaga pemasyarakatan, dan klinik yang terlibat dalam pertemuan ini menjadi tonggak penting dalam upaya mencapai eliminasi TBC di dalam lingkungan yang mungkin rentan terhadap penyebaran penyakit ini. Selain itu, langkah-langkah proaktif yang telah disepakati dalam pertemuan ini diharapkan dapat mengurangi dampak TBC di masyarakat lebih luas.

  • Struktur Organisasi

    Berdasarkan akte No. 31 oleh Notaris Kokoh Henry S.H, M.Kn. tertanggal 19 Oktober 2023, susunan kepengurusan Yayasan Selaksa Pijar Nusantara untuk periode tahun 2023 – 2030 adalah sebagai berikut :

    Pembina

    1. Adi Nugroho (Ketua)
    2. Tino Yosepyn
    3. F Felicitas Sri Purwani

    Pengawas

    M Abd Syukur

    Pengurus

    Ketua : Bambang Eko Budi Yanto
    Sekretaris : Ajat Sudrajat
    Bendahara : Nadhira An\’ummillah Ilhami

    Sedangkan untuk susunan pengurus dicabang adalah sebagai berikut :

    [av_one_half first av_uid=\’av-gqp55\’]

    Cabang DKI Jakarta
    Ketua : M Suhud Ridwan
    Sekretaris : M Zainudin
    Bendahara : Budi Setyanto

    Cabang Banten
    Ketua : Teddy Hansen
    Sekretaris : Alfi Hasanah
    Bendahara : Dwi Inawati Astuti

    [/av_one_half]

    [av_one_half av_uid=\’av-aii5l\’]

    Cabang Jambi
    Ketua : Beni Ari Feriadi
    Sekretaris : Dandy Piwara Sanjaya
    Bendahara : Widya Helistifa Dewi

    Cabang Sumatera Utara
    Ketua : Samara Yudha Arfianto
    Sekretaris : Rayi Melianda Zulmi
    Bendahara : Fadlan Saragih

    [/av_one_half]

     

  • Bidang Kerja

    [av_tab_container initial=\’1\’ position=\’sidebar_tab sidebar_tab_left\’ boxed=\’noborder_tabs\’ alb_description=\’\’ id=\’\’ custom_class=\’\’ template_class=\’\’ av_uid=\’av-lnvqwy97\’ sc_version=\’1.0\’]
    [av_tab title=\’Mobilisasi Komunitas\’ icon_select=\’no\’ icon=\’ue896\’ font=\’entypo-fontello\’ custom_id=\’\’ av_uid=\’av-lnvqud31\’ sc_version=\’1.0\’]
    PijarNusa sebagai lembaga yang peduli dan proaktif membangun kelembagaan di tingkat masyarakat aktif terlibat dalam upaya memobilisasi komunitas. PijarNusa meyakini bahwa mobilisasi komunitas menjadi cara yang efektif dan kokoh dalam mencapai tujuan bersama masyarakat. Untuk ini PijarNusa terlibat dalam motivasi, pemberdayaan serta penggalangan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya di komunitas untuk mencapai hasil yang diinginkan. Mobilisasi komunitas oleh PijarNusa terutama dilakukan untuk mencapai tujuan kemandirian dalam bidang ekonomi, sosial, kesehatan dan tujuan lainnya.

    Dalam pelaksanaan mobilisasi komunitas, langkah-langkah yang ditempuh PijarNusa diantaranya:

    • Identifikasi Tujuan dan Masalah: Langkah pertama adalah mengidentifikasi tujuan atau masalah yang ingin dicapai oleh komunitas. Tujuan ini haruslah jelas, terukur, dan dapat dicapai.
    • Pemetaan Sumber Daya: Identifikasi sumber daya yang tersedia di dalam komunitas. Sumber daya ini dapat berupa keahlian, pengetahuan, keterampilan, waktu, atau aset fisik.
    • Identifikasi Pemimpin dan Penggerak: Identifikasi terhadap individu atau kelompok di dalam komunitas yang memiliki pengaruh dan keterampilan organisasi untuk memimpin dan menggerakkan upaya mobilisasi.
    • Kegiatan Kampanye Pendidikan dan Informasi: Memberikan informasi dan edukasi kepada anggota komunitas tentang tujuan, manfaat, dan cara mencapai tujuan yang diinginkan.
    • Penggalangan Dukungan dan Keterlibatan: Mendorong anggota komunitas untuk terlibat aktif dalam upaya mobilisasi. Di dalamnya meliputi partisipasi dalam pertemuan, proyek, atau kegiatan terkait.
    • Jaringan dan Kemitraan: Membangun kemitraan dengan organisasi atau individu di luar komunitas yang dapat memberikan sumber daya tambahan atau dukungan untuk mencapai tujuan bersama.
    • Rencana Tindakan: Bersama-sama dengan anggota komunitas, PijarNusa membuat rencana tindakan yang jelas dan terstruktur untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
    • Evaluasi dan Pengawasan: Pemantauan rutin untuk melihat kemajuan upaya mobilisasi. PijarNusa melakukan evaluasi secara teratur untuk menilai apakah strategi yang digunakan efektif atau perlu penyesuaian sesuai perkembangan.
    • Pengakuan dan Apresiasi: Menghargai kontribusi dan kerja keras anggota komunitas untuk mempertahankan semangat dan motivasi.
    • Kontinuitas dan Pembinaan Kapasitas: Setelah mencapai tujuan awal, maka langkah penting yang perlu dijaga adalah mempertahankan momentum dan membangun kapasitas komunitas untuk mengatasi tantangan dan tujuan baru.

    [/av_tab]
    [av_tab title=\’Riset dan Kajian\’ icon_select=\’no\’ icon=\’ue803\’ font=\’entypo-fontello\’ custom_id=\’\’ av_uid=\’av-lnvqwadp\’ sc_version=\’1.0\’]
    PijarNusa dalam setiap aktivitasnya menekankan pentingnya data dan informasi yang kuat yang didasarkan pada hasil riset dan kajian yang mendalam. Hal ini tidak lepas dari tradisi yang dianut PijarNusa sebagai lembaga sosial yang dibangun atas dasar pengetahuan (knowledge-based institution).

    Pendekatan riset dan kajian PijarNusa berpedoman pada pendekatan yang sudah terbukti secara luas dapat diterima dan telah ajeg dalam aspek metodologi dan pembuktiannya. Langkah-langkah yang dilakukan — untuk memastikan dihasilkannya pengetahuan yang teruji — adalah:

    • Menentukan Tujuan dan Pertanyaan Riset: Tujuan yang jelas diterjemahkan ke dalam pertanyaan yang tepat, jelas dan terfokus sehingga mengarahkan riset dan kajian pada kebutuhan nyata yang diinginkan.
    • Mengumpulkan Data: Pengumpulan data mengikuti prinsip objektivitas optimal dan dilakukan dengan metode yang sudah diterima umum seperti observasi, eksperimen, wawancara, survei, atau sumber informasi lainnya.
    • Menganalisis Data: Analisis data melibatkan pengolahan dan interpretasi data untuk mencari pola, tren, atau hubungan yang relevan. Pelibatan teknologi informasi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam proses ini.
    • Menarik Kesimpulan: Hasil analisis kemudian ditarik kesimpulan, sesuai dengan pertanyaan penelitian atau tujuan riset.
    • Penulisan dan Publikasi: PijarNusa selalu menampilkan dan menyajikan hasil riset atau kajian dalam bentuk laporan atau artikel ilmiah sebagai bagian menyumbang pada pengembangan pengetahuan lembaga, komunitas ilmiah maupun khalayak luas.

    [/av_tab]
    [av_tab title=\’Advokasi Kebijakan\’ icon_select=\’no\’ icon=\’ue8d2\’ font=\’entypo-fontello\’ custom_id=\’\’ av_uid=\’av-lnvqwadp-1\’ sc_version=\’1.0\’]
    PijarNusa hadir untuk mendorong perubahan ke arah yang lebih baik. Untuk itu diperlukan kegiatan advokasi. Mengingat perubahan tidak mungkin terjadi tanpa keterlibatan semua pihak, terutama keterlibatan aktor kebijakan dan masyarakat sebagai penerima manfaat dan pendukung kebijakan di lapangan, maka pendekatan yang digunakan dalam advokasi yang dilakukan PijarNusa bersifat multi pihak dan multi aktor.

    Tujuan utama advokasi kebijakan yang dilakukan oleh PijarNusa adalah memastikan bahwa kebijakan tersebut bersifat inklusif, adil dan memperhatikan keberlanjutan lingkungan. Selain itu kebijakan yang diperjuangkan harus bisa dilaksanakan baik oleh pihak pemerintah sebagai yang membuat kebijakan maupun masyarakat yang terdampak oleh kebijakan tersebut. PijarNusa menghindarkan diri dari kebijakan-kebijakan yang jelas-jelas memarginalisasi masyarakat dan dalam dirinya bersifat tidak adil dan tidak berkelanjutan.

    Langkah-langkah yang dilakukan PijarNusa dalam advokasi kebijakan diantaranya:

    • Mengidentifikasi isu kebijakan apa yang menjadi kepentingan masyarakat. Pijar Nusa dalam melakukan identifikasi isu-isu kebijakan memperhatikan isu-isu yang berdampak luas kepada masyarakat dan berpengaruh kuat pada upaya membangun kemandirian masyarakat di berbagai bidang (ekonomi, sosial, kesehatan, pangan) dan keberlanjutan lingkungan hidup
    • Menentukan tujuan atau goals dari advokasi kebijakan yang akan dilakukan. Tujuan atau goals ini menjadi acuan yang menentukan apa saja yang akan dilakukan di langkah-langkah selanjutnya, serta menjadi pengukur keberhasilan advokasi yang telah dilakukan.
    • Penelitian dan Analisis: PijarNusa selanjutnya melakukan penelitian dan analisis mendalam terkait isu kebijakan tersebut. Yang termasuk kegiatan di sini adalah mengumpulkan data, merinci fakta, dan memahami dampak kebijakan yang ada atau yang diusulkan.
    • Membangun aliansi dan memobilisasi dukungan dari dan dengan berbagai pihak yang sejalan dan sepakat dengan tujuan advokasi yang sudah ditentukan. PijarNusa tidak sendirian dalam melakukan advokasi. Kerjasama dan dukungan dari berbagai kelompok yang berpengaruh dan dapat memperkuat bahkan menyukseskan advokasi menjadi prinsip penting dan selalu dipegang.
    • Menggunakan pendekatan komunikasi yang multi-platform. Advokasi tidak akan berhasil bila tujuan dan substansi yang disampaikan tidak dapat diterima dan dipahami serta mempersuasi berbagai pihak untuk terlibat dan mendukung. Di dunia yang sudah berubah dengan menguatnya berbagai platform media, maka pendekatan komunikasi yang diambil mesti bersifat multi-platform dan tidak lagi terbatas pada media-media tradisional dengan pendekatan konvensional.
    • Monitoring dan evaluasi: Proses advokasi memerlukan waktu yang panjang dan harus dimonitor dan dievaluasi dari waktu ke waktu untuk melihat bagaimana keefektifan pelaksanaannya. Setelah advokasi berhasil pun, dalam artian kebijakan yang didorong sudah diadopsi, PijarNusa tetap melakukan monitoring dan evaluasi untuk memastikan seperti apa implementasi dari kebijakan tersebut serta bagaimana dampaknya terhadap penerima manfaat.

    [/av_tab]
    [/av_tab_container]

  • Pertemuan District Public Private Mix

    \"\"

    Karawang 17 Oktober 2023, Dalam upaya untuk memastikan seluruh pasien TBC dijangkau dan mendapatkan perawatan yang diperlukan maka dilakukan kerjasama antara komunitas pemerintah dan pihak swasta terutama rumah sakit dan klinik. Kerjasama tersebut dilakukan dalam kerangka District Public Private Mix (DPPM) di tingkat kota/kabupaten. Kegiatan yang sedang dilakukan ini adalah pertemuan DPPM di Kabupaten Karawang. Pertemuan diselenggarakan oleh SR Jawa Barat melalui Implementing Unit di Kabupaten Karawang.

    DPPM diperlukan mengingat banyak pasien TBC di lingkungan klinik dan rumah sakit swasta yang mengalami LTFU (Lost to Follow Up) atau berhenti berobat tetapi tidak dilakukan pelacakan dan upaya membawa berobat kembali. Hal ini tidak lepas dari keterbatasn sumber daya di klinik dan rumah sakit swasta. DPPM membantu mereka karena untuk hal ini ada pihak komunitas — dijalankan dan dikelola oleh SR Jawa Barat — yang memiliki sumber daya untuk melakukan pelacakan dan siap untuk membantu.

  • Sosialisasi TBC di Kabupaten Bandung

    \"\"

    Bandung 10 Juli 2023, Salah satu pilar penting dalam upaya eliminasi TBC adalah dilakukannya sosialisasi mengenai TBC dan menjadi bagian penting dari pencegahan. Kegiatan ini rutin dilakukan dengan menyasar kelompok-kelompok masyarakat terutama masyarakat yang dinilai berasal dari lingkungan kupat kumis, atau kumuh padat dan kumuh miskin.

    SR Jawa Barat melalui Implementing Unit Kabupaten Bandung tampak sedang melakukan sosialisasi di Posyandu Mekarbiru Desa Cibiru Wetan. Sosialisasi dihadiri terutama oleh para ibu di lingkungan tersebut dan dilakukan oleh para kader SR Jawa Barat-IU Kab. Bandung.

  • Penandatanganan Pakta Integritas

    \"\"

    Garut 26 September 2023, Pejabat daerah (eksekutif dan legislatif) di Kabupaten Garut menandatangani pakta integritas terkait dengan komitmen untuk proaktif melakukan upaya penanggulangan dan eliminasi TBC di Kabupaten Garut. Penandatanganan ini tidak lepas dari inisiatif yang didorong oleh SR Jawa Barat melalui Implementing Unit Kabupaten Garut yang selama ini aktif berkontribusi pada upaya eliminasi TBC khususnya melalui penjangkauan dan sosialiasi.

    Diharapkan dengan adanya pakta integritas, akselerasi dapat terjadi. Hal ini mengingat kasus masih bertambah setiap tahun yang menjadikan Indonesia memiliki beban TBC kedua terbesar di dunia. Keterlibatan berbagai pihak, terutama komitmen jangka panjang mereka, dipercaya akan berkontribusi besar pada upaya penurunan dan bahkan eliminasi kasus TBC sesuai target di 2030.

  • Koordinasi Lintas Sektor

    \"\"

    Cirebon 25-27 September 2023, Penanggulangan penyakit TBC bersifat multisektor dan multipihak. Karena itu koordinasi harus rutin dilakukan untuk memastikan terselenggaranya upaya penanggulangan yang bersifat komprehensif dan mencakup semua aspek yang menjadi faktor penyebab maupun akibat dari penyakit epidemis ini. SR Jawa Barat yang mendapatkan mandat penyelenggaraan eliminasi TBC dari sisi komunitas aktif menyelenggarakan berbagai kegiatan untuk koordinasi. Tujuannya mempertemukan berbagai pihak sambil menyatukan tekad untuk bersama menanggulangi TBC secara menyeluruh.

    Salah satu kegiatan penting yang melibatkan berbagai pihak adalah kegiatan jejaring publik dan swasta di tingkat kabupaten, atau biasa disebut District Public Private Mix (DPPM). Seperti terlihat, berbagai aktor kunci di pemerintahan (eksekutif dan legislatif) dan swasta bahu membahu menyepakati kerja bersama untuk penanggulangan TBC menuju eliminasi TBC di tahun 2030. Pejabat kunci yang hadir di antaranya: Staf Ahli Bupati Cirebon, Suhartono, Kabid DInkes Kab Cirebon, Nurpatmawati, dan Kasie P2P Dinkes Jabar, Yudi Koharudin.

  • Liputan Kegiatan

    [av_blog blog_type=\’posts\’ categories=\’16\’ link=\’category\’ term_rel=\’\’ blog_style=\’blog-grid\’ content_length=\’excerpt\’ contents=\’title_read_more\’ date_filter=\’\’ date_filter_start=\’\’ date_filter_end=\’\’ date_filter_format=\’yy/mm/dd\’ period_filter_unit_1=\’1\’ period_filter_unit_2=\’year\’ page_element_filter=\’\’ offset=\’0\’ conditional=\’\’ bloglist_width=\’\’ columns=\’3\’ preview_mode=\’auto\’ image_size=\’portfolio\’ items=\’12\’ paginate=\’yes\’ img_scrset=\’\’ lazy_loading=\’disabled\’ alb_description=\’\’ id=\’\’ custom_class=\’\’ template_class=\’\’ av_uid=\’av-lnv7wbfh\’ sc_version=\’1.0\’]

  • Profil

    PijarNusa adalah sebuah Organisasi yang memiliki ide dan semangat untuk membangun bangsa dengan strategi kegiatan penguatan organisasi masyarakat Sipil Indonesia. Kami tidak hanya menyentuh penguatan lembaga sosial secara khusus, namun juga melakukan penguatan kelembagaan pada tingkatan pemerintahan daerah.

    Dengan pembangunan yang komprehensif, diharapkan tercipta visi bersama dalam jangka panjang, yaitu: keberdayaan dan keberlanjutan masyarakat sipil di Indonesia.

    Visi

    Menjadi Yayasan yang dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan Kelembagaan Sosial di Indonesia dengan dilandasi komitmen dan tanggungjawab terhadap bangsa, negara dan masyarakat.

    Misi

    • Memberikan  sumbangan  yang  efektif  dalam  pengembangan  kelembagaan  sosial mandiri yang  berpihak kepada masyarakat.
    • Membangun dan mengembangkan  yayasan sosial   serta   sumberdaya yang modern, professional dan handal, memberdayakan masyarakat melalui  pengembangan  Sumber Daya Manusia yang mandiri  dan  menjadi  mitra  pemerintah  pusat maupun  daerah  dalam  menjalankan  program-program sosial demi kemajuan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
    • Mendukung   dan   turut   berperan   serta   dalam   menciptakan   pemerintahan yang  bersih  dan  masyarakat  yang  bertanggungjawab.
  • Donasi

    Dukung kami dalam mewujudkan masyarakat yang mandiri, tangguh, dan berkeadilan serta hidup dalam lingkungan alam yang berkelanjutan!

    Kontribusi Anda Sangat Signifikan!

    Silakan memberikan donasi ke alamat berikut:

    Nama Rekening : Yayasan Selaksa Pijar Nusantara
    Nomor Rekening : 1428-01-000050-30-9
    Nama Bank : Bank BRI KCP Koperasi Jatipadang

    Sumbangan Anda akan dipublikasikan secara terbatas dan berdasarkan ijin sebagai bagian dari akuntabilitas kami.